Minggu, 01 November 2009

Experience in Malang

Lomba “National Agro Business Plan Competition 2008” merupakan ajang kreativitas antar mahasiswa perguruan tinggi (PT) Se-Jawa dan Bali dalam mendesain sebuah bisnis yang berbasiskan pada bidang pertanian (Agroindustry) yang terdapat di Indonesia, harapannya bisnis tersebut dapat diaplikasikan dan mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan dan juga pertanian yang ada di Indonesia. Acara yang diselenggarakan oleh KMTP-IPB (Keluarga Mahasiswa Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor) dilaksanakan pada bulan September 2008. Sedangkan, lomba “National Agro Industry Product Design Competition 2009” merupakan ajang kreativitas antar mahasiswa Se-Jawa dalam mendesain produk pertanian, sehingga harapannya dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing dari produk pertanian di indonesia. Acara yang diselenggarakan oleh HMP-UB (Himpunan Mahasiswa Pertanian Universitas Brawijaya) yang tergabung dalam rangkaian acara HI-GREAT (Himatitan Great Even) dilaksanakan pada bulan April 2009.
Kedua lomba tersebut dapat menarik minat banyak mahasiswa bukan hanya dari jurusan yang berbasis pada ilmu pertanian atau pengolahannya saja, tetapi juga dari jurusan lain untuk mengikutinya. Terbukti dengan masuknya 70 proposal dari tim berbeda yang berasal dari berbagai universitas Se-Jawa dan Bali, kemudian diseleksi menjadi 6 Finalis yang mengikuti tahap presentasi pada “National Agro Business Plan Competition 2008” sedangkan pada “National Agro Industry Product Design Competition 2009” masuk 48 proposal dari tim berbeda yang berasal dari berbagai universitas Se-Jawa, kemudian diseleksi menjadi 5 Finalis yang mengikuti tahap presentasi. Salah satunya ialah kami (Tim) dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (JTK FT UGM) dan tim berhasil masuk menjadi Finalis pada kedua lomba tersebut.
Selain dikarenakan uang hadiah dan fasilitas yang ditawarkan, juga terdapat keinginan sebagai mahasiswa UGM untuk menunjukkan kemampuan mewakili daerah dan juga universitas pada kompetisi antar perguruan tinggi tingkat nasional. Motivasi lain yang mendorong ialah keinginan memperluas wawasan tentang perguruan tinggi lain di Indonesia, teman dan pengalaman berkompetisi serta jalan-jalan ke daerah lain sebagai hadiah tambahan. Akhirnya, setelah kami meminta pertimbangan dan dukungan dari dosen pembimbing, Bapak Muslikhin Hidayat (kerap dipanggil Pak Mush), kami memutuskan untuk mengikuti kedua lomba tersebut dengan karya kami yang bertema tentang “Jelly Fuel, (Etanol Gel)”.
Perbedaan paling mendasar dari proposal yang kami kirimkan kepada lomba tersebut ialah pada lomba di IPB tahun 2008, proposal masih berupa ide dasar (gagasan) dari sebuah rancangan usaha industri etanol gel skala kecil dan menengah (UKM), pada saat riset tentang etanol gel sedang kami lakukan, sedangkan pada lomba di Brawijaya tahun 2009 riset tentang etanol gel yang kami lakukan telah selesai dan berhasil sampai tahap pembuatan prototype dari etanol gel. Hal tersebut dapat kami lakukan dengan memperhatikan maksud dari kedua lomba tersebut berbeda dan proposal yang kami ikut sertakan memiliki orientasi yang berbeda. Sehingga tidak ada unsur keikut sertaan berganda karya kami pada lomba tersebut meskipun membahas tema yang sama.
*****
Setelah beberapa hari menyelesaikan administrasi dan penulisan proposal, akhirnya kami dapat mengirim proposal ke alamat panitia di Malang. Setelah itu, kami harus sabar menunggu dan berdoa hingga hari pengumuman para finalis. Selama masa tunggu kami memfokuskan diri kembali pada rutinitas namun tetap berpikir positif dan mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan seandainya kami menjadi finalis. Akhirnya, pada hari Sabtu, 28 mei 2009 kami menerima pemberitahuan via Hanphone bahwa kami masuk sebagai finalis dan telah dikirimi surat undangan finalis dari Himatitan Brawijaya. Alhamdulillah, tak lupa kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Berdasarkan surat undangan yang sampai pada hari senin, 30 April 2009 kami harus sampai di Malang maksimal Sabtu, 4 April 2009 dan acara akan berlangsung selama 2 hari.
Rintangan mulai datang, karena pada tanggal 6 April 2009 jurusan Teknik Kimia sudah memasuki ujian tengah semester ditambah dengan ketiadaan biaya perjalanan dan penginapan selama di Malang maka kami mulai berpikir ulang untuk menerima undangan tersebut. Ditengah keraguan kami memutuskan untuk terus maju dengan menerima undangan tersebut, dengan sisa waktu 5 hari (H-5) kami mencoba untuk mendapatkan dana dari berbagai pihak dan melakukan persiapan presentasi di brawijaya dengan baik.
Pada akhirnya sejak H-5 kami memiliki 4 kesibukan utama yaitu kuliah ditambah dengan kuliah pengganti, melakukan pembuatan contoh produk di laboratorium teknik pangan dan bioproses, membuat aplikasi untuk presentasi di Brawijaya, dan menggalang dana perjalanan ditambah dengan mengurus administrasi persiapan keberangkatan. Meskipun demikian, kami tetap melaluinya dengan niat yang sungguh-sungguh.
Ditengah akitifitas persiapan tersebut, kami mendapatkan banyak bantuan dari orang-orang dekat, salah satunya ialah informasi tentang mekanisme pendanaan untuk kegiatan yang bersifat mewakili Universitas dapat diajukan ke rektorat. Akhirnya, kami memberanikan diri untuk mengajukan surat permohonan pembiayaan ke pihak rektorat, ternyata dari pihak rektorat kami mendapatkan tanggapan pelayanan yang baik. Namun, sangat disayangkan kami memiliki keterbatasan waktu sebelum hari keberangkatan sehingga tidak dapat memenuhi persyaratan dari pihak rektorat. Akan tetapi, kami berhasil mendapatkan dana bantuan dari pihak jurusan dan fakultas.
Meskipun dengan dana terbatas tetapi dengan niat yang sungguh-sungguh kami memutuskan untuk tetap berangkat dibantu oleh rekan kami yang juga menjadi finalis lomba tersebut kami berangkat menggunakan kereta malam pada hari jumat, 3 April 2009. dengan perhitungan tanggal 5 April 2009 kami sudah harus berangkat ke yogyakarta dan sampai tanggal 6 April 2009 untuk mengikuti ujian tengah semester. Setelah memohon doa restu dan berpamitan pada orang tua serta dosen pembimbing kami berangkat dengan membawa materi ujian tengah semester ditambah materi presentasi di Brawijaya.
Kami akhirnya berangkat bersama 2 orang rekan dari tim finalis lain yang juga berasal dari UGM, jurusan teknologi pengolahan hasil pertanian (TPHP). Sesampainya di stasiun malang kami dijemput oleh seorang panitia lomba untuk selanjutnya menuju kampus brawijaya menggunakan angkutan umum.
****
Melihat suasana kota malang dari atas angkutan umum rasanya hampir sama dengan suasana di kota yogyakarta, hanya saja pepohonan yang terlihat di kiri kanan jalan lebih rimbun daripada di kota yogyakarta. Jumlah kendaraan yang melintaspun rasanya lebih sedikit daripada di yogyakarta. Sesampainya di kampus brawijaya kami langsung berkenalan dengan panitia penyambutan. Selanjutnya kami menuju penginapan peserta untuk beristirahat. Selepas beristirahat kami berkenalan dan berbincang dengan para finalis lainnya, suasana terasa begitu santai. Senang rasanya mendapatkan banyak rekan baru dari berbagai daerah dan berbincang dengan mereka membuat perasaan letih selama di perjalanan menjadi tidak terasa.
Malam harinya kami menjalani technical meeting lomba, segala hal yang menyangkut mengenai lomba dan peserta dibahas di sana, termasuk jadwal ujian sisipan jurusan yang kami kemukakan. Acara berlangsung santai dan akrab, banyak peserta yang meminta berbagai macam hal untuk mempersiapkan lomba besok. Salah satunya kami yang meminta pinjaman laptop.
Meskipun demikian, tidak berarti para peserta lupa akan fokus tujuannya, dan rivalitas antar sesama finalis sangat terasa di penginapan para finalis pada malam harinya setelah acara technical meeting selesai dilaksanakan. Setiap peserta sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kamipun berusaha untuk fokus pada materi presentasi besok.
Keesokan harinya, acara dimulai tepat pukul 08.00 waktu setempat dengan sambutan oleh ketua panitia Hi-Great disusul oleh Wakil Dekan III Fakultas Pertanian bapak Imam Santoso yang menceritakan bahwa permasalahan utama pertanian di Indonesia ada 4, yaitu: Swadaya Pangan (Kuantitas pangan), Efektivitas Air (Teknik Pengairan), Energi Alternatif, Perubahan Iklim Dunia. Ditandai pemukulan gong oleh pak Imam menandakan acara telah dimulai, presentasi dimulai dari finalis tingkat SMA dengan dewan juri 2 orang dosen pertanian brawijaya, dan 1 wirausahawan agribisnis.
Para peserta SMA, ternyata banyak mempresentasikan ide-ide kreatif dan cukup menarik para penonton. Namun ada juga yang sepertinya sangat tergantung pada guru pembimbing karena ketiga ditanya tidak bisa menjawab dengan jelas dan tegas, bahkan ada pula yang mengaku hanya mengikuti petunjuk dari guru pembimbing.
Setelah sesi presentasi dari tingkat SMA pada pukul 11.00 waktu setempat. Tiba giliran presentasi tingkat Perguruan Tinggi (PT) dengan dewan juri Bapak Wakil Dekan, Konsultan Bisnis dan Praktisi Pertanian. Perasaan tegang diantara peserta sangat terasa, terutama jika tiba saat giliran presentasi. Namun, dengan tetap optimis dan percaya diri kami berhasil mengatasi ketegangan dan berhasil melakukan yang terbaik sejauh yang kami mampu, tepat pukul 13.00 acara selesai dilanjutkan dengan sesi istirahat.
Waktu menunjukkan pukul 14.00, saatnya acara dari bapak Tung Desem Waringin. Meskipun hanya berlangsung selama 2,5 jam acara tersebut terkesan penuh semangat dan memotivasi kami untuk memulai berwirausaha. Pesan beliau satu hal terpenting dalam memulai bisnis adalah ”PENAWARAN, pastikan anda tahu kemana barang anda akan terjual bukan kemana akan menjual barang anda”. Setelah acara ”business revolution” selesai dilanjutkan dengan acara pengumuman pemenang dan pemberian hadiah tingkat SMA dan PT oleh bapak Tung Desem W. dan Bapak Imam Santoso, Sangat disayangkan kami gagal meraih juara umum namun kami tidak menyesal dengan hasil tersebut, karena kami telah melakukan yang terbaik.
Sekitar pukul 16.30 rangkaian acara utama telah selesai, meskipun ingin mengikuti rangkaian acara berikutnya, kami memiliki prioritas lain yang lebih penting yaitu mempersiapkan diri menghadapi ujian tengah semester. Setelah berpamitan dengan panitia dan para peserta lainnya, maka kami langsung berkemas dan pulang ke yogyakarta. Perjalanan pulang ini, kami hanya berdua karena rekan kami masih ingin mengikuti acara selanjutnya dan tidak terbentur dengan jadwal ujian tengah semester.
Panitia mengantarkan kami hingga terminal Malang menggunakan angkutan umum. Kami pulang ke yogyakarta memilih menggunakan jasa bus malam. Sayangnya, armada bus malam yang menuju yogya dari terminal malang berangkat pada malam hari sehingga kami memutuskan untuk berangkat via terminal surabaya dan sampai di yogyakarta pukul 03.00 dinihari.
****